Rumah Honai, Warisan Arsitektur Suku yang Mendiami Pegunungan Papua

Rumah Honai, Warisan Arsitektur Suku yang Mendiami Pegunungan Papua

WAMENA, LELEMUKU.COM – Honai adalah rumah adat yang digunakan oleh suku Dani dan suku-suku lain di pegunungan tengah Papua, termasuk di Kabupaten Jayawijaya. Rumah ini berbentuk bundar dan dibangun dari kayu dengan atap alang-alang, serta memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dan terdiri dari dua lantai.

Honai memiliki satu pintu dan tidak memiliki jendela, tujuannya untuk melindungi penghuni dari suhu dingin pegunungan. Di bagian tengah lantai bawah terdapat api unggun yang digunakan untuk menghangatkan ruangan dan memasak. Rumah ini biasanya dihuni oleh lima hingga sepuluh orang dan digunakan untuk berbagai aktivitas, bersantai, serta menyimpan peralatan.

Pembangunan Honai dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam sekitar, seperti kayu, bambu, dan alang-alang. Arsitektur Honai mencerminkan kearifan lokal masyarakat pegunungan Papua dalam beradaptasi dengan lingkungan.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terus melestarikan Honai sebagai warisan budaya. Beberapa Honai masih dapat ditemui di kampung-kampung tradisional dan menjadi daya tarik wisata budaya bagi wisatawan yang berkunjung ke Wamena dan sekitarnya. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya