Mumi Lembah Baliem, Jejak Tradisi Pengawetan Jasad
WAMENA, LELEMUKU.COM – Suku-suku di pegunungan Papua seperti Dani, Hubula, dan Yali memiliki tradisi mumifikasi atau pengawetan jasad manusia. Dalam bahasa Hubula, mumi disebut akonipuk yang berarti manusia yang dikeringkan. Tradisi ini dilakukan untuk menghormati orang penting seperti kepala suku atau panglima perang.
Umumnya mayat anggota suku Dani ditangani dengan cara dibakar atau kremasi, sedangkan pengawetan jasad menjadi mumi cukup jarang dilakukan. Tercatat sekitar empat mumi yang dinamai Araboda, Aikima, Pumo, dan Yiwika di Lembah Baliem dikonservasi oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Selain itu, terdapat mumi Yamen Silok dari Yahukimo.
Mumifikasi dilakukan dengan cara pengasapan sehingga terbentuk mayat dengan kulit yang kering dan berwarna gelap. Mumi-mumi tersebut disimpan di kampung-kampung tertentu dan dapat dikunjungi wisatawan. Keberadaan mumi ini menjadi bukti kekayaan budaya dan sejarah masyarakat pegunungan Papua.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terus melestarikan tradisi ini sebagai warisan budaya. Mumi-mumi tersebut dirawat agar tetap terjaga dan menjadi sarana edukasi bagi generasi mendatang tentang kehidupan leluhur mereka. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.